Pergi itu tiba-tiba kembali
Mencari celah untuk menepi
Merenda asa yang pernah terurai

Dan ragu pun meronta dalam sepi
Hasrat berbisik dalam sunyi
Akankah bersemi
Ataukah tersemai
Kepadamu hati,
Aku berserah diri…



Searakan masa perlahan menjauh
Meretas jalannya sendiri
Tinggalkan Oktober yang menepi

Serintikan asa pun merinai
Menghapus lukanya sendiri
Pupuskan tunas kecewa yang terlanjur menyemai

Oktofear,
Bila akhirnya saat itu tiba
Dan bila akhirnya kau mereda
Kuingin kau hembuskan sedikit cinta
Dalam hati ini yang terbuai cadasnya


Ini, penghujung Oktober yang telah kesekian
Sejak waktu mengenalkanku pada hujan
Namun masih, tak sedikit pun ada yang berbeda
Pada sketsa langit yang memungkinkannya reda

Ah,…
Selalu saja harap ini sesatkan hati
Jauh terpuruk di sudut pusarannya, mati

Oktoberain,…
Kuharap kau tak pernah menitik
Sebelum semua serpih kenangan
Yang telah, dan masih terbetik
Kau bawa pergi dari ku, perlahan

Karena meski hujan ini enggan tuk berhenti
Selalu saja ku berharap di suatu Oktober nanti
Akan ada hari
Dimana hujan ini
Tak lagi merinai
Membasahi hati

Categories

Total Pageviews

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Mendebar, menjejak Cahaya...

Followers

Sample Widget